Kodok

21 01 2010

Di tengah hamparan rumput hijau, kolam. Di dalam kolam itu tinggal berpuluh-puluh katak. Di kolam itu merasa istilah katak. Di antara anak-anak katak yang membesar di situ, Terdapat seekor pagar yang mana dan Bangkalan BERNAMA Kenthus. Di antara anak-anak yang tumbuh di katak itu, ada binatang yang kuat dan berani bernama Kenthus. Soal Oleh itu, Kenthus menjadi sombong dan tidak berhati-hati. Oleh karena itu, Kenthus menjadi sombong dan tidak peduli.

Kakak Kenthus yang sering menasihatinya agar tidak bersikap sombong tetapi Kenthus tidak menghiraukan kelapa kakaknya. Menasihatinya kakak Kenthus sering tidak jadi berkelakuan sombong tetapi tidak menghiraukan peringatan Kenthus saudara. Lebih-lebih lagi setelah dia dapat mengalahkan seekor anak katak yang mencabarnya. Lebih-lebih lagi setelah ia dapat mengatasi yang binatang katak mencabarnya anak-anak. Anak-anak katak yang lain pula mula menghindarinya hinggakan dia tidak ada teman bermain. Anak katak lain untuk menghindari terbaru pertama dia tidak ada teman untuk bermain.

Pada suatu pagi, Kenthus berlatih melompat di padang Rumput. Pada suatu pagi praktek Kenthus melompat di padang rumput. Ketika itu juga ada seekor anak Lembu yang sedang bermain di situ. Bila ada juga seekor sapi, yang bermain di sana. Sesekali, anak Lembu itu akan mendekati ibunya untuk menyedut susu. Kadang-kadang, anak sapi akan dekat dengan ibunya untuk menyedut susu. Gembira Anak Lembu itu sambil berlari-lari menyenggok Rumput yang segar. Betis gembira telah berjalan cepat sementara menyenggok rumput segar. Tiba-tiba, lidahnya yang dijulurkan terkena sesuatu yang segera menjauhinya. Tiba-tiba, lidah dijulurkan terkena sesuatu yang segera menjauhinya.

“More colors, Bangkalan makhluk ini mengusikku,” kata Kenthus dengan perasaan marah sambil kuba Lembu menjauhi anak itu. “More colors, adalah makhluk ini mengusikku,” kata Kenthus dengan perasaan marah sambil berusaha menghindari anak sapi. Anak Lembu itu pula tidak berniat untuk mengganggunya. Sapi juga tidak berniat untuk mengganggunya. Kebetulan pergerakannya sama dengan Kenthus sehingga menyebabkan Khentus menjadi cemas dan melompat dengan segera untuk menyelamatkan diri. Pulitzer pergerakannya sama Kenthus menyebabkan Khentus menjadi panik dan melompat segera dapat menyelamatkan diri.

Apabila Kenthus sampai di Tepi kolam, teman yang dikasihi-kawannya terpinga-pinga melihat keadaannya. Apabila Kenthus sampai di tepi kolam, kawan-i terpinga-pinga melihat situasi.

“Hai Khentus, termengah Perlahan-mengah? Mukamu pucat lesi.” “O Khentus, mengapa termengah-mengah? Muka pucat pasi.”

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya cemas sahaja. Lihatlah di tengah padang Rumput. Aku tidak tahu makhluk apa tetapi makhluk itu sangat sombong. Makhluk itu hendak menelan aku.” Kata Kenthus dengan Nafas yang tercungap-cungap. “Tidak ada apa-apa. Saya hanya takut sendiri. Cari di tengah rumput. Saya tidak tahu apa yang makhluk dan makhluk, tapi sangat sombong. Semua saya mencoba untuk menelan.” Kata Kenthus dengan nafas yang tercungap-cungap.

Kakaknya yang baru tiba di situ menjelaskan. “Makhluk itu anak Lembu. Pada pengetahuan Kakak, anak Lembu tidak jahat. Memang sebagai biasa dilepaskan di padang Rumput ini setiap pagi.” Saudara baru tiba di situs, menjelaskan. “Menjadi anak sapi. Pada pengetahuan kakak, anak lembu tidak jahat. Mereka biasanya dirilis di rumput pagi ini.”

“Tidak jahat? Saya tidak Fikir kembali. Saya hampir-hampir ditelannya tadi,” kata Kenthus. “Tidak buruk Saya rasa tidak. Saya hampir ditelannya sebelumnya,” kata Kenthus.

“Ah, tidak mungkin. Lembu tidak makan katak atau ikan tetapi hanya Rumput.” Jelas kakaknya lagi. “Ah, tidak mungkin. Lembu tidak makan katak atau ikan, tetapi hanya rumput.” Jelas saudara lagi.

“Saya tidak percaya Kakak. Tadi, aku dikejarnnya dan hampir ditendang olehnya.” Celah Kenthus. “Saya tidak percaya saudara-saudara. Ini hampir dikejarnnya dan ditendang oleh itu.” Kenthus Gap.

“Wahai teman yang dikasihi-teman yang dikasihi, Sebenarnya aku boleh melawannya dengan mengembungkan asalakan jgn,” Kata Kenthus dengan bangga. “Hai teman, saya benar-benar dapat melawannya dengan mengembungkan sendiri,” kata Kenthus dengan bangga.

“Lawan Kenthus! Kamu tentu boleh MENANG,” teriak anak-anak katak beramai-ramai. “Vs. Kenthus! Anda pasti dapat menang,” teriak-teriak anak-anak katak beramai-ramai.

“Sudahlah Kenthus. Kamu tidak akan dapat menandingi Lembu itu. Perbuatan kamu merbahaya. Hentikan!” kata Kakak Kenthus berulang kali tetapi Kenthus langsung tidak mempedulikan nasihat kakaknya. “Membaca Kenthus. Anda tidak akan dapat cocok untuk itu. Berbahaya Anda bertindak. Berhenti!” Kata saudara Kenthus berulang kali tetapi jangan khawatir Kenthus langsung nasihat sejenis. Malah Kenthus terus mengembungkan dirinya apabila mendapat sokongan daripada teman yang dikasihi-kawannya. Bahkan Kenthus terus mengembungkan saat dirinya untuk mendapatkan dukungan dari rekan-i. Sebenarnya, mereka sengaja hendak mengenakan Kenthus yang bongkak itu. Bahkan, mereka sengaja ingin mengenakan Kenthus yang setidaknya satu hasil yang baik.

“Sedikit lagi Kenthus. Teruji!” begitulah yang dilaungkan oleh teman yang dikasihi-teman yang dikasihi Kenthus. “Sedikit lagi Kenthus. Teruskan!” Ada yang dibuat oleh teman Kenthus.

Dengan tiba-tiba, Kenthus Jatuh lemas. Dengan tiba-tiba jatuh Kenthus lemah. Perutnya telah mengempis. Perut telah mengempis. Melihatkan Keadaan adiknya, Kakak Kenthus terus mendapatkan Bantuan. Adiknya Melihatkan keadaan, kakak Kenthus terus bantuan.

Mujurlah Kenthus tidak apa-apa. Mujurlah Kenthus apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia sembuh seperti biasa, tetapi telah berubah sikap. Dia MaLu dan kesal dengan sikapnya yang bongkak. Dia malu dan kesal dengan sikap dari setidaknya satu hasil yang baik.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: