KARANG TARUAN JUARA NASIONAL

13 12 2009

PROFILE KARANG TARUNA YUDHA BHAKTI DESA LICIN
KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG

A. SEJARAH SINGKAT
Karang Taruna Yudha Bhakti dideklarasikan pada tanggal 20 Juli 1999 bertempat di Gedung Winaya Bhakti Desa Licin. Yudha Bhakti berasal dari kata “Yudha” dan “Bhakti”. Yudha berarti perang/pejuang dan Bhakti berarti pengabdian, sehingga secara konotatif Yudha Bhakti berarti pengabdian untuk berjuang memerangi kemiskinan, kebodohan, keterlantaran, keterbelakangan, ketunaan, dan masalah-masalah lain yang menyangkut masalah sosial.
Mulai tahun 1999 sampai dengan tahun 2007 mengalami 4 (empat) kali pergantian kepengurusan, yakni tahun 1999 – 2002 diketuai oleh Asep M. Yasir, tahun 2002-2005 diketuai oleh Dadang Darwin, 2005-2007 diketuai oleh Dadang Supriatno dan tahun 2007 – sekarang sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Desa Licin Nomor 148/Kep.025/2007, tanggal 31 Desember 2007 diketuai oleh Roni Rohana.
Selama 4 (empat) kali kepengurusan sejak tahun 1999-2008, Karang Taruna Yudha Bhakti meraih berbagai prestasi, seperti pada tahun 1999 memperoleh predikat Karang Taruna Teladan Peringkat II tingkat Kabupaten Sumedang, tahun 2002 mendapat predikat Karang Taruna Teladan I tingkat Kabupaten Sumedang, dan pada tahun 2003 bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung ditetapkan sebagai laboratorium lapangan Karang Taruna. Dan puncaknya pada Tahun2008 berhasil menjadi Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional.
B. VISI – MISI

1. Visi

Dalam menggerakan organisasinya, Karang Taruna Yudha Bhakti diarahkan pada pencapaian VISI “Terwujudnya warga Karang Taruna Yudha Bhakti yang berkepribadian kreatif, inovatif, dan mandiri dalam kebersamaan pada tahun 2013”.
2. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut dilakukan melalui misi :
a. Pengembangan rasa tanggungjawab sosial, kesetiakawanan sosial dan nilai-nilai kearifan sosial yang didasari Iman dan Taqwa.
b. Menyelenggarakan Usaha Kesejahteraan Sosial, Usaha Sosial Ekonomi Produktif, Sosial Edukatif, dan Sosial Rekreatif, secara komprehensif terarah dan berkesimbungan.
c. Peningkatan kapasitas organisasi, semangat patriotisme, dan wawasan kebangsaan.
C. STRATEGI
1. Persuasif
Upaya sistematis untuk mewujudkan program dan kegiatan karang taruna melalui ajakan dan motivasi kepada seluruh warga karang taruna.
2. Partisipatif
Upaya sistematis untuk mewujudkan program dan kegiatan karang taruna melalui keterlibatan secara aktif seluruh warga karang taruna, sehingga tumbuh kesadaran oleh, bersama dan untuk semua.
3. Kolaboratif

Upaya sistematis untuk mewujudkan program dan kegiatan karang taruna melalui kolaborasi berbagai komponen inter dan antar warga karang taruna.

D. POTENSI DAN MASALAH
Karang Taruna Yudha Bhakti sebagai organiasi kemasyarakatan memiliki dua dimensi yang terintegrasi, yakni dimensi internal dan eksternal sebagai raw material programme. Dimensi internal memiliki kekuatan SDM untuk mengembangkan kapasitasnya, dan dari dimensi internal-eksternal dihadapkan pada sebagian anggotanya serta masyarakat desa secara umum dalam kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial.
TABEL 1. DATA ANGGOTA KARANG TARUNA
NO USIA JENIS KELAMIN JUMLAH KATEGORI USIA
L P
1 11 – 15 139 256 435 SLTP
2 16 – 20 231 376 607 SLTA-MHS
3 21 – 25 213 257 470 Pencari Kerja/SDM Kepengurusan
4 26 – 30 246 462 708 Pencari Kerja/SDM Kepengurusan
5 31 – 35 256 389 645 SDM Kepengurusan
6 36 – 40 239 261 500 SDM Kepengurusan
7 41 – 45 290 321 611 SDM Kepengurusan/MPKT
JUMLAH 1.654 2.322 3.976

TABEL 2 : ANGGOTA KARANG TARUNA UNIT
NO USIA UNIT /RW JML
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10
1 11 – 15 42 45 52 39 45 47 49 43 35 38 435
2 16 – 20 68 59 69 63 62 66 64 52 54 50 607
3 21 – 25 61 39 49 52 47 51 55 41 36 39 470
4 26 – 30 82 75 79 68 72 66 71 57 61 77 708
5 31 – 35 71 67 68 59 72 75 79 58 55 41 645
6 36 – 40 56 57 47 63 61 47 46 41 36 46 500
7 41 – 45 67 60 58 69 71 70 73 52 50 41 611
JUMLAH 447 402 422 413 430 422 437 344 327 332 3.976

Dari tabel 1 dan tabel 2 tersebut di atas, secara umum bahwa anggota karang taruna memiliki potensi sebagai penggerak organisasi (pengurus) dan di sisi lain memiliki tugas penyelesaian masalah pendidikan, pencarian lapangan pekerjaan serta masalah-masalah lain sebagai dampak penyertanya.
Secara spesifik Karang Taruna Yudha Bhakti memiliki dimensi internal dan eksternal sebagai berikut :
1. Internal
a. Kekuatan (Strength)
1) Memiliki populasi warga karang taruna sebanyak 3.976 orang , yang terdiri dari warga karang taruna pasif sebanyak 3.351 orang dan anggota yang aktif sebanyak 625 orang, sebagaimana tabel 3.

TABEL 3 : DATA POTENSI ANGGOTA KARANG TARUNA
NO USIA JENIS KELAMIN JUMLAH
L P
1 11 – 15 139 256 435
2 16 – 20 231 376 607
3 20 – 25 213 257 470
4 26 – 30 246 462 708
5 31 – 35 256 389 645
6 36 – 40 239 261 500
7 41 – 45 290 321 611
JUMLAH 1654 2322 3976

2) Memiliki motivasi yang kuat untuk mewujudkan visi dan misi organisasi.
3) Memiliki payung hukum yang pasti sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Desa Licin Nomor 148/Kep.025/2007, tanggal 31 Desember 2007.
2) Kelemahan (Weaknesses)
1) Fasilitas pendukung masih terbatas, sehingga mempengaruhi kinerja organisasi.
2) Belum konsistennya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing komponen organisasi.
3) Organisasi Karang Taruna belum dapat menyediakan lapangan usaha yang memadai untuk menunjang ekonomi warganya.
2. Eksternal
a. Peluang (Opportunity)
1) Terdapat komitmen yang jelas dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Keputusan Bupati Sumedang No. 8 tahun 2006 tentang Karang Taruna dan adanya lembaga Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa sebagai pembina fungsional .
2) Letak geografis
Karang Taruna Yudha Bhakti merupakan organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda Desa Licin terletak di kaki Gunung Tampomas dengan ketinggian 550 diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata 290-320 celcius, dan luas wilayah 467 Ha terdiri dari lahan darat 421 Ha dan lahan pesawahan 46 Ha. Pada lahan darat terkonsentrasi bahan tambang galian c (galian pasir) yang memiliki kontribusi bagi pendapatan untuk kas karang taruna dan dapat dikembangkan sebagai daerah agrowisata.
2) Terdapat lahan desa seluas 12 Ha. Yang dapat dikembangkan sebagai Sasana Krida Karang Taruna.
3) Terdapat lahan desa seluas 32 Ha. Yang dapat dikembangkan sebagai peternakan Sapi.
4) Terdapat potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang memadai, sebagaimana tabel 4.
TABEL 4 : DATA POTENSI DAN SUMBER KESEJAHTERAAN SOSIAL
NO POTENSI/SUMBER JUMLAH KETERANGAN
1 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) 10
2 Organisasi Sosial (Orsos)/Panti 1
3 Karang Taruna Unit 10
4 Taruna Siaga Bencana (TAGANA) 4
5 Taman Pengajian Al Qur’an 10
6 Majelis Ta’lim 10
7 Posyandu 10
8 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 3
9 TK/RA 4
10 Sekolah Dasar 3
11 SLB 1
12 SLTP/MTS 1
13 SMA/MAN/SPMA 4
14 AKPER 1
15 Tokoh Masyarakat 57
16 Pengusaha 10

3) Memiliki fasilitas olah raga yang memadai yakni: 1) 1(satu) buah lapangan sepak, 2) 7 (tujuh) buah lapangan bola basket, 3) 25 buah lapangan bola voli, 4 (empat) buah lapangan bulu tangkis, dan 24 buah lapangan tenis meja.
4) Terdapatnya organisasi kepemudaan lainnya yang dapat dikolaborasikan dalam kegiatan karang taruna seperti ; 1). Pemuda Muhammadiyah, 2) Ikatan Remaja Muhammadiyah, 3) Forum Warga Pedesaan (Forward), 4) Forum Warga Pemerhati Jalan, 5) Pemuda Panca Marga (PPM), 6) Forum Komunikasi Putra Putri ABRI (PKPPI), 7) Perguruan Pencak Silat Tapak Suci, 8) Perguruan Pencak Silat Pajajaran Indonesia, 9) OSIS di 4 SMA (SMAN 1 Cimalaka, SMAN 2 Cimalaka, MAN 1 Sumedang, SPP – SPMA), 10) OSIS di MTsN Sumedang, 11) SENAT Mahasiswa AKPER Sumedang, 12) Pencinta Alam, Dll .
5) Terdapat obyek wisata Cipanteneun dan camping ground Ciburial yang dapat dikelola melalui kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang
b. Tantangan (Threath)
1) Masih beragamnya persepsi masyarakat terhadap eksistensi karang taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda.
2) Banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial sebagaimana tabel 5.

TABEL 5 : DATA PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL
NO JENIS PMKS JUMLAH
L P
1 Anak Balita Terlantar 0 0
2 Anak Terlantar 21 31
3 Anak Nakal 34 7
4 Anak Jalanan 2 0
5 Wanita Rawan Sosial Ekonomi 0 3
6 Korban Tindak Kekerasan 0 0
7 Lanjut Usia Terlantar 11 13
8 Penyandang Cacat 2 11
9 Tuna Susila 0 2
10 Pengemis 0 0
11 Gelandangan 0 0
12 Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan 3 17
13 Korban Penyalahgunaan Napza 5 21
14 Keluarga Fakir Miskin 612
15 Keluarga Berumah Tidak Layak Huni 8
16 Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis 0
17 Komunitas Adat Terpencil 0 0
18 Korban Bencana Alam 0 0
19 Korban Bencana Sosial 0 0
20 Pekerja Migran Bermasalah Sosial 0 0
21 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) 0 0
22 Keluarga Rentan 0 0


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: