TINJUAN BUKU : KAJIAN AL-QURAN DI INDONESIA (DARI MAHMUD YUNUS HINGGA QURAISH SHIHAB) HOWARD M FEDERSPIEL

6 04 2010

JUDUL BUKU : KAJIAN AL-QURAN DI INDONESIA (DARI MAHMUD YUNUS HINGGA QURAISH SHIHAB) PENULIS : HOWARD M FEDERSPIEL PENERBIT : MIZAN BANDUNG
TEBAL : 324 HALAMAN

1. Pendahuluan
Al Qur’an yang dalam memori kolektif kaum muslimin sepanjang abad sebagai kalam Allah, menyebut dirinya sebagai “ petunjuk bagi manusia” dan memberikan “penjelasan atas segala sesuatu” sedemikian rupa sehinggga tidak ada sesuatupun yang ada dalam realitas yang luput dari penjelasannya. Bila diasumsikan bahwa kandungan al Qur’an bersifat universal, berarti aktualitas makna tersebut pada tataran kesejarahan meniscayakan dialog dengan pengalaman manusia dalam konteks waktu. Hal ini juga berlaku dengan kajian tafsir yang ada di Indonesia. Sesuai dengan kondisi sosio-historisnya, Indonesia juga mempunyai perkembangan tersendiri dalam kaitannya dengan proses untuk memahami dan menafsirkan al Qur’an.
Perkembangan penafsiran al Qur’an agak berbeda dengan perkembangan yang terjadi di dunia Arab yang merupakan tempat turunnya al Qur’an dan sekaligus tempat kelahiran tafsir al-Qur’an. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan latar belakang budaya dan bahasa. Karena bahasa Arab adalah bahasa mereka, maka mereka tidak mengalami kesulitan berarti untuk memahami bahasa al Qur’an sehingga proses penafsiran juga lumayan cepat dan pesat. Hal ini berbeda dengan bangsa Indonesia yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab. Karena itu proses pemahaman al Qur’an terlebih dahulu dimulai dengan penerjemahan al Qur’an ke dalam bahasa Indonesia baru kemudian dilanjutkan dengan pemberian penafsiran yang lebih luas dan rinci. Oleh karena itu pula, maka dapat dipahami jika penafsiran al Qur’an di Indonesia melalui proses yang lebih lama jika dibandingkan dengan yang berlaku di tempat asalnya.
Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam mencatat ‘sejarah’ tersendiri dalam hal sosialisasi (nilai-nilai, pesan-pesan, kandungan) Al-Quran. Seiring dengan perkembangan (agama) Islam di Indonesia, telah pula berlangsung sosialisasi Al-Quran dengan berbagai macam cara: mulai dengan cara menghafalkan keseluruhan ayat-ayatnya (tahfiz), ceramah-ceramah, kajian tafsir, penulisan buku-buku yang berkaitan dengan kandungan Al-Quran, atau dengan memasyarakatkan baca-tulis Al-Quran lewat Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan pesantren-pesantren atau pengajian-pengajian.
Upaya sosialisasi (kandungan) Al-Quran yang dilakukan dengan penulisan buku-buku pun merupakan hal yang menarik dicatat. Kiranya, sampai sejauh ini telah terdapat ratusan atau bahkan ribuan buku ditulis sebagai upaya sosialiasi Al-Quran kepada umat Islam, baik itu yang berupa kitab-kitab tafsir, kajian ayat-ayat tertentu secara tematis, dalam buku-buku panduan khutbah atau yang ditulis dalam kerangka studi untuk para siswa, dan lain-lain.
Karya ilmiah Howard M Federspiel yang berjudul asli Popular Indonesian Literature of The Quran ini merupakan resensi (kajian) atas buku-buku dengan tema sosialisasi Al-Quran yang ditulis oleh para penulis, dan dalam Bahasa Indonesia. Ada sekitar 60-an buku diteliti oleh pengamat keislaman Indonesia ini. Diantara nama-nama penulis yang karya-karyanya diteliti adalah Jamaluddin Kafie, Oemar Bakrie, Abu Bakar Atjeh, Joesoef Souyb, HAMKA, Ahmad Hassan, Hashbi Ash-Shiddiqie, Mahmud Yunus, dan Dr Quraish Shihab.
2. Permasalahan
Indonesia merupakan suatu pusat belajar Islam (centre of Islamic learning), pe-mikiran dan tulisan-tulisan yang dikenal dan digunakan oleh, sekelompok besar umat Islam. Masalahnya bagaimana penggunaan Al-Quran di Indonesia.
3. Pentingnya Topik Penelitian
Buku ini menganalisis satu aspek tradisi keilmuan Mus¬lim Indonesia, yaitu studi tentang Al-Quran sebagai sumber pokok ajaran Islam.
4. Hasil Penelitian Terdahulu
Junyboll Handleiding tot kennis van de Mohammedaanche wet. Kadduri dan Liebesny Law in the Midle East ( Hukum di Timur Tengah)
5. Bagaimana Penelitian Itu Dikerjakan
a. Kerangka Berfikir
Seorang ilmuwan memilih suatu topik penelitian jangka panjang dipengaruhi oleh pendidikan, minat, dan kesempatan. Penelitian yang dilakukan tentang Islam di Indonesia ini dilatarbelakangi dan didukung oleh pendidikan yang penulis ikuti dalam studi-studi keislaman di Universitas McGill, dan oleh beberapa kali kunjungan ke Indonesia selama 20 tahun terakhir. Pemilihan suatu topik khusus untuk buku dipengaruhi oleh keadaan-tersedianya bahan-bahan, tujuan yang jelas, dan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan penelitian dan penulisan hasilnya. Penyusunan buku ini, bertepatan dengan pelaksanaan tugas yang diberikan kepada saya untuk menangani suatu program kerja sama antara Konsorsium Kegiatan-kegiatan Internasional di Universitas Suma¬tra Utara, Medan, Indonesia, dengan suatu Proyek Bank Pembangunan Asia. Di luar tugas-tugas resmi sebagai direktur proyek, penulis memiliki waktu untuk meneliti Islam di Indone¬sia dari perspektif baru, dan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang dianggap berguna dalam penelitian tersebut.
Johanna, yang selama 30 tahun menjadi istri saya. telah menyarankan untuk melakukan penelitian khusus setelah saya cukup lama merenungkan tentang arah yang pasti yang harus saya lakukan dalam menganalisis dan meriyajikan bahan-bahan yang telah saya kumpulkan.
Hipotesis, kerangka pemikiran, dan metode penelihan muncul segera setelah perenungan tadi, sementara penganalisisan dan pengujian terhadap ba¬han-bahan telah dimulai secara tersendat-sendat namun ke-mudian berlangsung cepat sesuai dengan waktu yang ter-sedia. Versi pertama buku ini muncul setelah delapan belas bulan dari masa pengumpulan bahan-bahan. Sejak waktu itu buku tersebut telah mengalami beberapa kali revisi.
b. Syarat Pendekatan Ilmiah
Asumsi dalam studi ini adalah bahwa pembaca tidak perlu mengenal baik buku-buku yang dijelaskan di sini. Asumsi tersebut tetap benar baik pembaca: itu berasal dari Timur maupun Barat; beberapa Muslim Indonesia telah melakukan anali¬sis lebih dari yang dilakukan dalam beberapa karya yang dibahas dalam buku ini. Karena sebagian besar para pembaca tidak mengenal baik Islam dan terminologinya, maka upaya khusus dilakukan untuk menderinisikan istilah-istilah, untuk menjelaskan rangkaian sejarah, dan untuk menjelaskan konteksnya. Para pembaca Muslim yang akrab dengan terminologi, mungkin akan dengan cepat menemukan metodologi, referensi, dan komentar yang dikemukakan oleh studi ini.
Kedua, buku ini memiliki banyak kutipan dan ringkasan; untuk ini terdapat beberapaalasan.
c. Metode
Studi Pustaka
6. Pembatasan ruang lingkup penelitian dan penekanan istilah-istilah kunci dalam penelitan
Hipotesis : Bahwa suatu literatur tentang Islam yang ada, telah dipersiapkan oleh para ulama Muslim Indonesia. Literatur ter¬sebut menunjukkan suatu studi sistematis tentang Islam dan menjelaskan prinsip-prinsip agama tersebut dalam istilah-istilah yang logis. Litiratur tersebut merefleksikan tradisi Islam kelompok Sunni dan sangat bergantung pa¬da sumber-sumbernya.
Hipotesis di atas dapat diuji dengan menerapkan suatu model yang telah dikembangkan pada 1984. yang menjelaskan ciri-ciri dasar Islam Sunni, dan memberikan suatu standar pengukuran.
MATRIK RUANG LINGKUP PENELITIAN
BAB ISI
Bab 1. Studi-studi tentang Al-Quran dalam Konteks Keindonesiaan

Bab 2. Warisan Islam

Bab 3. Upaya Memahami Al-Quran dalam Bahasa Indonesia

Bab 4. Memahami, Menghormati, dan Menikmati Al-Qur-an: Penggunaan Al-Quran yang Populer

Bab 5. Mempertahankan dan Memperluas Nilai-nilai Islami: Polemik tentang, dan Pembelaan Atas, Keyakinan

Bab 6. Beberapa Masalah dan Perdebatan

Bab 7. Komentar, Perbandingan, dan Kesimpulan
Al-Quran dalam Sejarah Negara Indonesia Modern
Al-Quran dalam Konteks Negara Indonesia Kontemporer
Penggunaan Al-Quran oleh Masyarakat Muslim Indonesia

Sejarah Intelektual Islam
Posisi Ulama dalam Islam
Pentingnya Bahasa Arab

1. Latar Belakang Dilakukannya Studi tentang Al-Quran: Suatu Analisis terhadap Karya Munawar Khalil, Aboebakar Atjeh, dan Bahrum Rangkuti
Keyakinan Umat Islam tentang Al-Quran sebagai Ki-tab Suci: Suatu Analisis terhadap Karya Jamaluddin Kafie, Oemar Bakry, dan Joesoef Sou’yb
Ilmu Tafsir: Suatu Analisis terhadap Karya Hadi Permono, M. Hasbi Ash-Shiddieqy dan Masjfuk Zuhdi
Tafsir-tafsir Generasi Kedua: Suatu Analisis terhadap Karya Ahmad Hassan, Qomaruddin Hamidy, dan Mahmud Yunus
Tafsir-tafsir Generasi Ketiga: Suatu Analisis terhadap Karya M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Dr. Hamka, dan Ab¬dul Halim Hassan
Penyusunan Standar Nasional: Suatu Analisis terha dap Tafsir-tafsir yang Diterbitkan oleh Departemen Agama
Terjemahan-terjemahan/ Tafsir-tafsir Kontemporer: Suatu Analisis terhadap Karya Oemar Bakry dan Bachtiar Surin

I. Mempelajari Isi Al-Quran
Indeks Isi Al-Quran: Suatu Analisis terhadap Karya Sukmadjaja Asyarie, Badaruthanan Akasah, Syahmi-nan Zaini, dan M.S. Khalil Al-Quran dan Perbuatan (Koleksi, Petunjuk, dan Teks): Suatu Analisis terhadap Karya Qamaruddin Shaleh, Nasikun, dan Sebuah Buku Bacaan Dasar yang Diter¬bitkan oleh Yayasan Litera Antarnusa Karya-karya yang Menjelaskan Surah Al-Fatihah: Suatu Analisis terhadap Karya Bey Arifin dan Labib M.Z Kisah-kisah dalam Al-Quran: Suatu Analisis terha dap Karya Bey Arifin, A. Hanafi, dan Hadiyah Salim Makhluk-makhluk selain Manusia dalam Al-Quran: Suatu Analisis terhadap Karya M. Ali Usman

II. Membaca dan Menghafal Al-Quran
Membaca Al-Quran: Suatu Analisis terhadap Karya Khadijatus Shalihah dan Buku yang Diterbitkan oleh Pusat. Penelitian dan Pengembangan Lektur Agama.
Menghafal Al-Quran: Suatu Analisis terhadap Karya A. Muhaimin Zen dan Sebuah Buku Bacaan Dasar yang Diterbitkan oleh Yayasan Pembinaan Masyara-kat Islam
Tata Bahasa dan Petunjuk untuk Membaca Al-Quran: Suatu Analisis terhadap Karya Datuk Tombak Alam, A. Djoharisjah, Ismail Tekan, dan T. Atmadi Usman
Surah-surah Pendek dan Tafsirnya: Suatu Analisis terhadap Karya Abu Hanifah, Zainal Abidin Ahmad, H.B. Jassin dan Mahfudli Sahli
III. Al-Quran sebagai Bidang Studi di Sekolah-sekolah Islam: Suatu Analisis terhadap Karya Dja’far Amir, Muslich Maruzi, dan Abdul Aziz Masyhuri

Al-Quran sebagai Landasan bagi Studi-studi Ilmiah: Suatu Analisis terhadap Karya M. Munir Faurunama, Syahminan Zaini, dan M. Ali Husein
Al-Quran sebagai Petunjuk bagi Pemerintah Kon-temporer: Suatu Analisis terhadap Karya Ahmad Syafi’i Maarif, Dawam Rahardjo, Azwar Anas, dan Suatu Studi yang Dilakukan dan Diterbitkan oleh In-stitut Ilmu-ilmu Al-Quran
Beberapa Masalah yang Berhubungan dengan Ma-syarakat Muslim Modern: Suatu Analisis terha-dap Karya Imam Munawwir, Syahminan, dan Z. Kasijan

Membaca dan Menikmati Al-Quran dalam Bahasa Indonesia: Suatu Analisis terhadap Karya H.B. Jassin
Al-Quran Satu-satunya Sumber Ajaran Islam: Suatu Analisis terhadap Karya Nazwar Syamsu

Ringkasan dan Komentar tentang Bab-bab Penelitian
Perbandingan antara Literatur-literatur Berbahasa In-donesia dengan Literatur-literatur Berbahasa lainnya
Meninjau Kembali Hipotesis
Pertimbangan-pertimbangan Lainnya
Kesimpulan

7. Sumbangan dalam perkembangan Keilmuan/Ilmu-ilmu Keislaman
Federspiel sendiri membagi sejarah penafsiran Al-Quran di Indonesia menjadi tiga periode. Periode pertama bermula dari awal abad 20 hingga tahun 1960-an. Periode ini ditandai dengan penafsiran Al-Quran yang masih terpisah-pisah. Pada periode inilah, sebenarnya karya-karya berbahasa daerah banyak ditulis.
Periode kedua, merupakan penyempurnaan atas periode pertama dengan penyempurnaan yang meliputi penambahan catatan kaki, terjemahan kata per kata dan kadang-kadang disertai indeks. Generasi ini melahirkan karya-karya tafsir seperti Al-Furqan yang ditulis Ahmad Hassan, Tafsir Al-Quran yang ditulis Qamaruddin Hamidy dan Tafsir Al-Quran al-Karim yang ditulis oleh Mahmud Yunus.
Periode ketiga merupakan penafsiran yang lengkap dengan memberikan komentar-komentar yang luas terhadap teks bersamaan dengan terjemahannya, memiliki bagian pengantar dan indeks yang sangat memperluas isi, tema dan menyajikan riwayat sebab-sebab diturunkannya ayat-ayat Al-Quran (asbab an-nuzul). Dalam masa periode ketiga ini muncul karya-karya seperti Tafsir al-Quran al-Karim karya Halim Hasan, Tafsir Al-Zahar karya HAMKA, Tafsir Al-Bayan karya Hasbi As-Shiddiqie, Tafsir Departemen Agama, dan lain-lain.
Munculnya metode maudhu’i (tematis) dalam penafsiran Al-Quran belakangan ini, membuat kajian nilai-nilai Al-Quran lebih menarik. Apa yang dilakukan Dr Quraish Shihab yang menulis tafsir Al-Quran dalam buku Wawasan Al-Quran dengan metode ini, memunculkan tradisi baru dalam upaya sosialisasi Al-Quran di Indonesia. Dalam bukunya tersebut, Quraish mencoba mengedepankan persoalan-persoalan kontemporer dan mencari solusinya dari Al-Quran dengan cara menafsirkan ayat-ayat dari berbagai surah yang berkaitan dengan persoalan-persoalan itu. Dengan penafsiran tematis ini membuat umat Islam menjadi lebih mudah dalam memperoleh pemahaman atas kandungan Al-Quran.
Dan, bagaimana pun, apa yang dilakukan oleh Federspiel yang mengkaji buku-buku tentang sosialisasi Al-Quran di Indonesia ini tentu saja merupakan suatu sumbangan yang sangat berharga.
1. Ulasan tentang prinsip-prinsip Islam sebagaimana dijelaskan dalam sumber-sumber Islam yang standar yaitu Al- Quran dan Hadis. telah diperluas oleh para ahli terkemuka, para ahlimistik..dan para ahli hukum yang berhubungan „dengan agama. Pada uirtumnya, umat Islam meyakini bahwa Allah adalah pencipta, Dia telah mengutus para Rasul, terma-suk Muhammad, dan firman-Nya (Al-Quran) sebagai petun-juk bagi manusia. Iman dan amal keduanya penting dalam memenuhi perintah Allah. Dalam studi ini, digunakan prin-sip-prinsip Islam yang dijelaskan dalam beberapa studi ten-tang Islam yang standar: antara lain karya Fazlur Rahman yang berjudul Islam, dan karya Gibb yang berjudul Moham-medanism (Islam). Karya-karya tersebut mungkin memasuk-kan referensi-referensi dari para ulama. Islam terkemuka, se-perti Al-Asy’ari, Al-Bukhari, Al-Ghazali, Abu Hanifah, Ibnu Taimiyah, Asy-Syafi’i, Ath-Thabari, dan lainnya seperti di¬jelaskan dalam karya Brockelmann yang berjudul Geschichte des Arabischen Liferatuur.
2. Banyak menggunakan bahasa Arab untuk mengeks presikan masalah-masalah keagamaan termasuk nama-nama, istilah-istilah, tenrimologi-terminologi, dan pengutipan dari sumber ajaran. Umat Islam setia untuk menggunakan bahasa Arab:
(1) Sebagai syarat mutlak dalam memelihara dan menggu¬nakan sumber-sumber agama (Al-Quran dan Sunnah Nabi).
(2) Sebagai alat untuk mengkomunikasikan Islam dalam berbagai buku tentang hukum, filsafat, dan amalan-amalan tasawuf.
(3) Dalam istilah-istilah yang digunakan untuk mengurai-kan pemikiran dan praktik-praktik keagamaan.
(4) Dalam bacaan shalat dan perbuatan-perbuatan ibadah_ lainnya. Istilah-istilah tersebut dijelaskan lebih lanjut dalam TcaryaTadwich yang berjudul Muslim Devotions (Ketadtah) orang-orang Islam) dan karya Hughes yang berjudul Diction¬ary of Islam (Kamus Islam).
3. Berbagai upaya untuk mensosialisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam ke dalam praktik sehari-hari, terutama prinsip-prinsip yang menunjukkan perhatian pada: (1) Pentingnya ibadah sebagai penunaian kewajiban-kewajiban agama lain (2) perbuatan-perbuatan lain yang tidak bertentangan dengan, atau tidak dinyatakan tidak sah oleh, sumber-sumber ajaran Islam. Hal ini teruttoia diperlihatkan dalam konsep syariat. Konsep ini menunrut adanya penerapan prinsip-prinsip keadilan yang berasal dari sumber-sumber yang membentuk hukum Allah di arttara manusia. Peribadatan memiliki posisi yang tinggi dalam kedua cara penilaian tersebut. Pendefinisian ini berdasark^n atas hasil penelitian saksama yang dilakukan oleh yang disajikan dalam karyanya yang berjudul Handleidmgtot de kennis van de Mohammedaansche wet, dan yang dilakukan oleh Kadduri dengan Liebesny yang dituliskan dalam karyanya yang berjudul Law in the Middle East (Hukum di Timur Tengah).
4. Perhatian yang besar terhadap pandangan-pandangan /ang meragukan pentingnya Islam di_masyarakat, atau dipandang sebagai pengkhianatan terhadap posisi Islam yang pen¬ting. Di sinilah, konsep umat berlaku. Adalah penting untuk menganjurkan persatuan di antara masyarakat Muslim agar dapat meningkatkan peringkatnya jika dibandingkan dengan masyarakat luar yang keyakinannya, praktik-praktik dan ni-lai-nilainya berbeda dengan yang ada pada Islam. Dengan demikian, maka, terdapat suatu penolakan atas kesahihan pandangan-pandangan lainnya yang menurut mereka tidak sesuai dengan persepsi-persepsi umum dalam Islam tentang bagaimana sesuatu itu seharusnya. Sikap akomodasi terhadap orang luar dibatasi oleh waktu dan wilayah. Pernyataan ini berdasarkan atas penjelasan yang lengkap tentang sikap yang diuraikan oleh Smith dalam bukunya yang berjudul Islam in the Modern World (Islam di Dunia Modern), dan oleh Haikal dalam bukunya yang berjudul The Life of Muhammad (Kehidupan Nabi Muhammad).
8. Penjelasan singkat tentang logika dan sistematika Bab-bab penulisan
Studi ini terdiri dari 7 bab, yang terbagi kepada 3 kelom-pok. Bab 1 dan 2 menguraikan tentang latar belakang sejarah, bab 3 sampai dengan bab 6 menganalisis literatur tentang Al-Quran, dan bab 7 berisi ringkasan dan kesimpulan. Dalam buku ini disajikan pula, bibliografi dan indeks.
Latar belakang sejarah bahan-bahan. Latar belakang telah disajikan untuk mengemukakan konteks bagi bab-bab penelitian. Oleh karena itu bab 1 membahas tentang perkembangan nasionalisme Indonesia dan negara kebangsaan Indo¬nesia pada abad ke-20. Dalampembahasan tersebut, peranan literatur-iitejratur keagamaan dibicarakan, termasuk karya-karya yang. telah berpengaruh dalam menentukan arah umat Islam dan bangsa Indonesia lainnya, begitu pula karya yang kelahirannya merupakan respons terhadap peristiwa-peris-tiwa nasional. Semua ini memiliki arti yang sangat penting dalam menganalisis karya-karya tentang Al-Quran dan hadis di Indonesia, karena karya-karya yang kita analisis ditulis pada waktu yang berbeda-beda dan tidak lepas dari penga-ruh masing-masing zaman ketika karya-karya tersebut ditulis. Uraian tentang konteks sejarah dimaksudkan untuk menyaji-kan informasi yang cukup kepada pembaca agar dapat mem-bantu dalam menginterpretasikan referensi-referensi tentang sejarah Indonesia.
Bab 2 menyajikan suatu uraian sejarah tentang perkembangan pendidikan dasar Islam. Secara khusus pembahasan tersebut memfokuskan diri pada peranan Al-Quran sebagai sumber ajaran bagi umat Islam yang sedang berubah, dan menyajikan latar belakang untuk memahami arti pentingnya ajaran-ajatan tersebut bagi umat Islam Indonesia dewasa ini.
Bab-bab penelitian. Bab 3 sampai bab 6 menganalisis karya-karya yang ada di Indonesia tentang Al-Quran; bab-bab tersebut merupakan inti dari buku ini. Keempat bab tersebut menganalisis buku-buku berbanasa Indonesia masa kini yang mempelajari, menjelaskan, atau memusatkan perhatian pa¬da Al-Quran untuk kepentingan umat Islam. Pada dasarnya, bab-bab tersebut berupaya menjelaskan tujuan dari buku-buku itu sendiri, dan untuk menguji kepaduan dari berbagai bagiannya dalam rangka mengungkapkan konteks isinya. Secara umum, buku-buku tersebut merupakan kar¬ya-karya yang menyajikan penjelasan tentang Al-Quran yang dilakukan oleh para ilmuwan Muslim Indonesia, yang mem-bantu umat Islam dalam menggunakan Al-Quran untuk tujuan-tujuan keagamaan, dan terakhir adalah untuk mema¬hami berbagai masalah kontemporer berdasarkan atas ajar¬an yang terdapat dalam Al-Quran.
khtisar dan kesimpulan. Bab 7 adalah bab ikhtisar, me¬nyajikan dengan ringkas informasi-informasi tentang karya-karya yang telah dianalisis pada bab-bab sebelumnya, dan merumuskan kesimpulan-kesimpulan tentang karya-karya terse¬but. Bab ini menyajikan informasi singkat tentang para pe-ngarang dan para pembacanya dengan mengemukakan faktor-faktor kualitatif, dan dengan menyajikan informasi tentang sumber-sumber yang digunakan dalam penyusunan buku-buku tersebut. Dalam bab tersebut hipotesis ditinjau kembali, dan kesimpulan penelitian pun dirumuskan.
Bibliografi dan indeks. Dalam bagian ini terdapat tiga kelompok bibliografi. Bagian pertama berisi daftar karya-kar¬ya yang dianalisis dalam buku ini, yang kemudian dipecah lagi menjadi empat bagian, yakni disajikan pada permulaan bab 3 sampai bab 6; bagian kedua berisi daftar buku-buku lainnya yang dikutip dalam catatan kaki, dan bagian ketiga berisi buku-buku tertentu yang berhubungan dengan latar belakang studi ini. Sedangkan indeks menyajikan informasi yang ber-guna untuk memudahkan pembaca dalam mencari informasi tentang pengarang, judul-judul buku, istilah-istilah, dan konsep-konsep yang muncul dalam teks.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: